#
Hukum  

Diduga Oknum Pegawai PDAM TB KCP Setia Mekar Melakukan Pungli

BEKASI – Oknum pegawai PDAM Tirta Bhagasasi Kantor Cabang Pembantu (KCP) Setia Mekar bagian security, diduga melakukan pungutan liar (Pungli,red).

Berdasarkan informasi yang diterima radarberingin.net, oknum security KCP Setia Mekar tersebut, diduga mengutip uang bulanan kesejumlah pedagang dengan kisaran 500 ribu rupiah hingga 1 juta rupiah dalam sebulannya sebagai imbalan menitipkan gerobak para pedagang yang disimpan diarea halaman kantor KCP Setia Mekar.

Tidak hanya itu saja, oknum security tersebut juga memberikan fasilitas air bersih dan aliran listrik kepada pedagang kaki lima yang berada didepan kantor KCP Setia Mekar.

BACA JUGA  Remaja Tanpa Identitas Di Temukan Tergantung Di Pohon Di Area Lahan Kosong

“Di KCP Setia Mekar PDAM TB marak Pungli yang di lakukan oknum karyawan, di duga hasil dari Pungli tersebut berbagi kepada pimpinannya( Kepala Unit,red ),” kata Ketua Gerakan Warga Dan Anak Muda (GERAM), Yasser Kaunang, Kamis (15/9/2022).

Ironisnya, praktik pungli tersebut menurutnya, sudah berlangsung bertahun -tahun lamanya. Namun, hal itu terkesan dibiarkan saja.

BACA JUGA  Satu Orang Mengalami Luka-Luka, Dan Satu Unit Sepeda Motor Diamankan Petugas

“Praktik klan rasuah korupsi tersebut dilakukan sudah belasan tahun. Pungli musuh bersama dan harus di Basmi.
Saya akan melaporkan ke tim Saber Pungli KEMENKOPOLHUKAM,” tegasnya.

Sementara, Koordinator Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Agregat), Jaelani Arifin meminta agar Kepala KCP dan Kabag SDM PDAM Tirta Bhagasasi menindak oknum security yang diduga melakukan pungli tersebut.

“Kepala KCP dan Kabag SDM harus tegas, jangan biarkan praktek-praktek kotor seperti itu (Pungli,red) tumbuh subur diperusahaan plat merah,” ucapnya.

BACA JUGA  Soal Pengamanan eks TKD Jatiasih, Lurah Tunggu Perintah BPKAD Kota Bekasi

Ia menegaskan, jika Kepala KCP dan Kabag SDM tidak berani bertindak tegas untuk menertibkan, dirinya mengancam akan melakukan aksi ke kantor pusat PDAM Tirta Bhgasasi.

“Kalau gak ditertibkan atau ditindak tegas, kita gelar aksi. Biar para direksi tau, bahwa ada pegawainya yang diduga melakukan kutipan atau pungli,” tandasnya. (RED)