Di Duga Lakukan Pencucian Uang, FPBAK Desak KPK Periksa Dirut PDAM TB

JAKARTA – Forum Pemuda Bekasi Anti Korupsi (FPBAK) datangi KPK untuk menyampaikan aspirasi terakait masalah Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi (PDAM-TB) Kabupaten Bekasi, Usep Rahman Salim(URS) yang saat ini masih menjabat dan di duga penuh dengan kontroversial.

Salah satunya yakni soal masa jabatan URS yang di perpanjang tanpa persetujuan dari Pemkot B,ekasi dan juga dugaan pencucian uang senilai 18.4 miliar.

“Komisi Pemberantasan Korupsi harus segera menindak lanjuti kasus yang terjadi di perusaan plat merah tersebut, jangan sampai KPK seakan- akan buta melihat masalah yang terjadi. Apalagi ini di perusahaan berplat merah, 28,8 miliar dana perusahaan yang dialokasikan ke bank tabungan negara (BTN) ini kami duga kental dengan pencucian uang,” ucap kordinator aksi, Jufri dalam orasinya di gedung KPK, Kamis (30/9/2021).

“Kita semua tahu bahwa sesuai dengan SK Bupati Bekasi Nomor : 500/Kep 332- Admrek/2020, Masa Jabatannya udah selesai kok masih haus jabatan, ada apa?, ini yang kami duga jabatan yang dia(URS,red) emban penuh dengan money politic,” sambungnya dengan nada heran.

Aktivis asal Bekasi itu pun mengkritisi persoalan kenaikan tarif PDAM TB yang sampai 20% ditengah masa pandemi.

“Seharusnya Direksi PDAM punya Sense Of Crisis dengan memberikan keringanan di saat bangsa kita dalam kondisi seperti ini, bukan malah sebaliknya atau malah naikin tarif, ini kan kami rasa sangat miris” tegas Jufri.

Pemuda yang aktif juga di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendesak KPK segera menindak lanjuti kasus direktur PDAM yang sudah di laporkan ke lembaga anti rasua itu.

“Bapak Firli Bahuri segera tindak lanjuti LP yang sudah masuk, ini permasalahan dugaan korupsi apalagi kita tahu bahwa kawan – kawan sudah laporkan jangan sampai laporan tersebut tidak digubris kan miris, katanya hukum tidak memandang bulu, tapi kalau seperti ini kan perlu kita pertanyakan” jelasnya.

Pihaknya pun berkomitmen akan terus mengawal kasus yang terjadi di tubuh PDAM-TB .

“Aksi kami bukan hanya saat ini saja, tapi kami akan terus berkomitmen mengawal kasus ini sampai tuntas dan keadilan akan berpihak kepada rakyat,” tandasnya.(RLS)

__Terbit pada
30 September 2021
__Kategori
Hukum