Di Masa PPKM Aliran Listrik Warga Di Putus, Geram Ancam Gelar Unras Di Kantor PLN

BEKASI – Sudah jatuh tertimpa tangga, sepertinya pepatah tersebut saat ini banyak dirasakan oleh masyarakat.

Pasalnya, ditengah diberlakukannya perpanjangan PPKM Darurat, pihak PLN malah se enaknya saja memutus aliran listrik disalah satu rumah warga yang berada di Kampung Karang Jaya, Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi di karenakan menunggak iuran selama 4 bulan.

Menurut tokoh pemuda Bekasi dan Koordinator Gerakan Rakyat dan Anak Muda (Geram) Yasser MK mengatakan, bahwa hal tersebut sangat lah tidak terpuji karena bertolak belakang dengan kebijakan Pemerintah Pusat.

“Semestinya pihak PLN punya kebijakan, jangan asal main putus saja, masa tidak ada keringanan sama sekali. Apalagi saat ini tengah di berlakukan PPKM oleh pemerintah,” ucap Yasser, Kamis (12/8/2021).

Menurutnya, aliran listrik yang diputus tersebut, milik warga yang sudah berlangganan dengan PLN sejak puluhan tahun. Dan hal tersebut juga serasa tidak humanis dan bertolak belakang dengan kebijakan Menteri BUMN.

“Padahal sesuai dengan instruksi menteri BUMN yang berjanji memberikan subsidi 50% sampai bulan Maret 2021. Sementara subsidi tersebut tidak pernah di rasakan oleh pelanggan yang menjadi korban pemutusan aliran listrik oleh PLN,” sambungnya.

Untuk menyikapi hal itu, lanjut Yasser, pihaknya mengaku sudah membuka komunikasi dengan Ketua DPRD Kabupaten Bekasi dan memberikan arahan untuk malayangkan surat kepihak PLN untuk meminta kebijakan, yakni kembali menyambungkan aliran listrik yang diputus dan memberi kelonggaran dalam melakukan pembayaran rekening listrik.

Ditegaskannya, dirinya akan melakukan aksi unjuk rasa jika pihak PLN tetap tidak mau memberikan kelonggaran dan kebijakan kepada warga yang menunggak pembayaran rekening listrik selama diberlakukannya PPKM.

“PLN jangan egois, kalau hari ini tidak di sambung kembali kami bersama warga dan mahasiswa akan melakukan aksi demo di kantor PLN. Sebab, kami juga paham sekali dengan aturan dan kami sangat menghargai aturan. Tapi hal itu kami lakukan semata – mata demi kemaslahatan warga,” pungkasnya. (JAE)

__Terbit pada
12 Agustus 2021
__Kategori
Hukum