#
Hukum  

Usung Tema Bela Negara, GP Ansor Kembali Gelar Diklatsar Banser Ke-V

KAB.BEKASI,radarberingin.net- Dengan mengusung tema Bela Negara, Wawasan Kebangsaan dan Kebhinekaan. Gerakan Pemuda(GP) Ansor Kabupaten Bekasi kembali menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Dasar(Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna(Banser) angkatan Ke-V.

Diklatsar Banser Ke-V yang berlangsung sejak tanggal 28-31 Oktober 2020 di ikuti sebanyak 207 orang yang berasal dari setiap kecamatan tersebut,dilaksanakan di Bumi Perkemahan Karang Kitri,Kecamatan Bojongmangu,Kabupaten Bekasi.

Komandan Satuan Koordinator Cabang(Dan Satkorcab) Banser M. Ma’ruf mengatakan, kegiatan tersebut guna melatih mental dan fisik para anggota Banser.

BACA JUGA  Kuasa Hukum PH Anggap Isi Dakwaan JPU Cacat Hukum

“Untuk Diklatsar angkatan Ke-V ini di kuti 207 orang. Dimana dalam Diklatsar ini TNI dan POLRI yang melatihnya,” ucap M.Ma’ruf saat ditemui disela-sela kegiatan Diklatsar Banser,Sabtu(31/10/2020).

“Adapun usia peserta yang mengikuti Diklatsar ini, mulai dari usia 17 hingga 41 tahun,” sambungnya.

Karena masih dimasa pendemi, semua peserta Diklatsar diwajibkan mengikuti semua protokol kesehatan, guna mencegah penularan virus covid-19.

BACA JUGA  Tanah TKD Di Klaim Jadi Tanah Milik, Penggarap Mulai Resah

Di tempat yang sama, Ketua GP Ansor Kabupaten Bekasi, Ahmad Tetuqo Taqiyudin,S.E berharap agar kegiatan Diklatsar tersebut dapat menciptakan pemuda yang tangguh, yang nantinya siap di tempatkan disegala bidang, dan mampu bersaing dalam Sumber Daya Manusia (SDM).

“Untuk anggota banser sendiri sudah kerjasama dengan 10 Balai Latihan Kerja (BLK), yang dimana anggota diberikan pelatihan kerja supaya mampu bersaing serta menciptakan pekerjaan baru (Home industri),” ujar Ahmad Tetuqo Taqiyudin

BACA JUGA  Polres Metro Bekasi Musnahkan Ribuan Botol Miras Dan Miras Oplosan

Menurut pria yang akrab disapa Atet itu, sebenarnya masih banyak sektor yang belum terisi oleh pemuda Kabupaten Bekasi, maka kedepannya GP Ansor Kabupaten Bekasi bisa membuka jalan informasi untuk peluang usaha bagi masyarakat.

“Karena bisa jadi banyaknya kekerasan yang di lakukan anak muda, akibat kurangnya pendampingan atau perhatian khusus, dan salah satunya mungkin saja tidak memiliki pekerjaan,” pungkasnya.(kos/jae)