#

Dinilai Lamban Tangani Kasus DBD, PMII Umika Desak Kadinkes Kota Bekasi Mudur Dari Jabatannya

BEKASI,radarberingin.net – Puluhan mahasiswa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Univeritas Mitra Karya (Umika) menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bekasi, Kamis (30/ 2022).
Aksi unras mahasiswa dari PMII UMIKA tersebut,terkait soal kinerja Dinkes yang dinilai kurang peka terhadap sejumlah kasus kesehatan, seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) yang akhir-akhir ini terjadi.
Berdasarkan laporan data Dinkes Kota Bekasi per 10 Juni 2022, terdapat 1.475 kasus DBD, 10 diantaranya meninggal dunia.
Kordinator Lapangan (Korlap) aksi unras, Erik Julianto mengatakan, bahwa aksi unras yang dilakukan PMII tak lain mendesak agar dinkes serius dalam menangani kasus DBD di Kota Bekasi.
Mengingat isu yang ada di Kota Bekasi terkait kasus DBD, tentu masih banyak kekurangan dan pekerjaan yang belum diselesai  oleh Dinkes Kota Bekasi.
“Meningkatnya angka kasus DBD, kami menilai semua ini diakibatkan dari lalainya Dinkes Kota Bekasi dalam menanggulangi dan menangani masalah DBD,” kata Erik
Tidak hanya soal kasus DBD saja, Erik menjelaskan bahwa aksi unras yang dilakukan PMII karena melihat masih banyak permasalahan yang ada di internal Dinkes Kota Bekasi yang harus segera dibenahi dan dituntaskan.
“Aksi ini juga dipicu karena aduan dari masyarakat dan hasil investigasi di lapangan, juga melihat segala faktor yang ada,” jelasnya.
Adapun dalam aksi tersebut, PMII UMIKA menyampaikan tuntutannya kepada Dinkes Kota Bekasi, diantaranya sebagai berikut:
1. Mendesak, Dinkes Kota Bekasi untuk dapat bekerja serius sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.
2. Mendesak, Dinkes Kota Bekasi segera menangani kasus wabah DBD di Kota Bekasi secara serius.
3. Mendesak, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi agar segera mundur dari jabatannya, apabila masih belum bisa mengatasi kasus wabah penyakit DBD di Kota Bekasi.
Ditempat yang sama, Ketua PMII Umika M Rizky Yusa mengatakan,  aksi yang diselenggarakan merupakan hasil dari kajian isu kasus DBD yang terjadi di Kota Bekasi.
Kemudian untuk menyampaikan keresahan masyarakat yang diakibatkan dari kurangnya perhatian pemerintah Kota Bekasi terhadap kesehatan masyarakat.
“Kami minta agar Dinkes Kota Bekasi lebih proaktif terhadap kesehatan masyarakat di Kota Bekasi,” ucap Yusa.
Yusa mendesak, agar Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi mundur dari jabatannya, apabila tidak mampu mengatasi soal kasus DBD dan semua persoalan yang menyangkut masalah kesehatan masyarakat.
“Apabila kasus ini (DBD,red) belum bisa diatasi oleh Dinkes Kota Bekasi, lebih baik Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi mundur dari jabatannya,” tegasnya. (REGI)
BACA JUGA  Pekan Depan Seribu Orang Pegawai PDAM TB Akan Di Vaksin