#

Akhmad Marjuki Minta Agar Kegiatan Pendidikan Politik Tidak Hanya Sebatas Ceremoni

SUBANG – Sebagai persiapan dalam menghadapi Pemilu 2024 dan memenangkan partai golkar, khususnya di Kabupaten Bekasi.

DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi menggelar pendidikan politik bagi semua pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi yang dilaksanakan di Miracle Signature Hills, Ciater, Subang yang berlangsung dari tanggal 3-4 Pebruari 2023.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, Akhmad Marjuki mengatakan, bahwa kegiatan pendidikan politik ini salah satunya sebagai bentuk konsolidasi dengan semua pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi yang ada jelang menghadapi tahun politik 2024.

BACA JUGA  Soal Spanduk Penolakan Calon Pj Bupati, MD KAHMI Kabupaten Bekasi Mengaku Tidak Tahu Menahu

“Kegiatan pendidikan politik yang kita lakukan ini, ingin mengetahui sejauh mana komitmen para pengurus dalam memenangkan partai golkar. Jangan sampai bertolak belakang dengan yel-yel yang selalu di gaungkan,” kata Akmad Marjuki disela-sela kegiatan.

Ia juga meminta kepada semua pengurus DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi, agar kegiatan pendidikan politik ini tidak hanya sebatas acara ceremoni belaka. Akan tetapi mampu menghasilkan gagasan dan program kerja yang nyata demi kemenangan partai golkar.

BACA JUGA  Sherlita Nabilah : Sudah Saatnya Kaum Wanita Berani Bersuara

“Jadi saya tekankan, agar pendidikan politik ini jangan sampai hanya sebatas ceremoni. Karena sebelumnya sudah kita sampaikan, bahwa semua bidang yang ada dalam kepengurusan Partai Golkar Kabupaten Bekasi sudah harus membuat program dan sudah harus di laksanakan,” tegasnya.

Disinggung soal terkendalanya KTA nisasi anggota Partai Golkar Kabupaten Bekasi yang saat ini posisinya tertinggal jauh dari daerah-daerah lainnya yang ada di Jawa Barat, Marjuki mengatakan, bahwa hal itu tidak bisa sepenuhnya menjadi kesalahan DPD Partai Golkar Kabupaten Bekasi.

BACA JUGA  Sambut Tahun Baru, Kader Golkar Diminta Tetap Solid Dan Jaga Kekompakan

“Soal KTA nisasi, kita terkedala dimasalah sistem input yang ada di DPD Partai Golkar Jawa Barat. Sehingga kedepannya kita punya rencana ingin memiliki sistem input sendiri. Jadi tidak bergantung pada DPD Golkar Jawa Barat,” jelasnya. (JAE)