#

Ketua MKGR Tekankan Perempuan Ikut Berperan Dalam Penerapan Protokol CHSE

KOTA TANGSEL,radarberingin.net-Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama Komisi X DPR RI menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengenalan dan Promosi Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi dan Pameran (MICE) di Hotel Santika Premier BSD City, baru-baru ini.

 

Bimbingan teknis tersebut dalam rangka mensosialisasikan protokol Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment (Lingkungan) atau biasa disingkat dengan CHSE.

 

Hadir dalam pertemuan tersebut Hetifah Sjaifudian selaku Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Masruroh selaku Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, dan Pameran Kemenparekraf RI, Tony Sardjono selalu praktisi hospitality, serta Dadang Sofyan selaku Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan.

BACA JUGA  Terpilih Secara Aklamasi, Arif Janji Bakal Satukan Pemuda Tambun Selatan

 

Hetifah yang juga Ketua GP MKGR ini dalam paparannya menyatakan, bahwa pandemi ini harus diatasi serius oleh dunia pariwisata.

 

“Industri pariwisata adalah salah satu industri yang paling terdampak pandemi. Padahal, banyak orang yang menggantungkan hidupnya disana. Oleh karena itu kita semua harus membuat perubahan dan beradaptasi dengan situasi ini,” ucapnya.

BACA JUGA  Peduli Banjir, Zaki Group Salurkan Bantuan

 

Ia yang juga merupakan ketua Panitia Kerja(Panja) pemulihan pariwisata Komisi X DPR RI ini menekankan, salah satu bentuk penyesuaian yang dilakukan adalah dengan menerapkan protokol CHSE secara ketat.

 

“Ke depan pariwisata yang berkualitas adalah yang menerapkan CHSE ini. Salah satu rekomendasi kami dari panja pemulihan pariwisata adalah untuk terus melakukan kampanye dan sosialisasi secara masif tentang protokol kesehatan covid-19 dengan baik,” tuturnya

BACA JUGA  Timbulkan Polusi Dan Kemacetan, Mobilitas Truk Pengangkut Tanah Di Keluhkan Warga

 

Hetifah yang merupakan aktivis perempuan ini juga berharap, agar perempuan dapat berperan penting dalam pelaksanaan protokol CHSE.

 

“Banyak dari pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif adalah perempuan. Baik di industri perhotelan, restoran, dan lain-lain. Kami harap mereka dapat diberdayakan sesuai potensinya untuk menerapkan dan mensosialisasikan hal ini,” pungkasnya.(red)