BEKASI,radarberingin.net – Jelang HUT RI yang Ke 81 dan Hari Jadi Kabupaten Bekasi Ke-76, yang semestinya masyarakat berkhidmat untuk menyambut dan meeayakannya, malah harus tercoreng oleh ulah oknum eks pejabat di lingkungan Perumda Tirta Bhagasasi.
Sejak di tetapkan nya tiga eks peabat Perumda Tirta Bhagasasi oleh Kejari Kabupaten Bekasi dalam kasus Korupsi Sambungan Langganan (SL) sebanyak 4,5 Milyar lebih, kini publik mulai menyorot dugaan adanya keterlibatan mantan Kabag Satuan Pengawas Internal(SPI) Perumda Tirta Bhagasasi.
Koordinator Gerakan Warga dan Anak Muda Bekasi (GERAM) Yasser MK, mempertanyakan apa fungsi bagian SPI yang pada saat itu di jabat oleh Lili Subali.
Pasalnya, Lili Subali yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag SPI, kini telah menjabat sebagai Pelaksana tugas(Plt) Direktur Usaha Perumda Tirta Bhagasasi.
Selain itu, Yasser MK juga menduga banyak temuan permainan kotor oknum pegawai di bagian SPI. Namun di duga berakhir di meja prasmanan.
Dugaan temuan tersebut di antaranya, yakni adanya oknum pegawai yang bermain SL gelap alias ilegal, pengadaan water meter recondition dan lain sebagai nya, serta dugaan temuan tidak di siplin, tidak patuh dan tidak taat terhadap peraturan perusahaan.
Yasser MK juga meyakinkini bahwa apa yang tengah terjadi hari ini terkait dengan dugaan adanya Korupsi Pengadaan Sambungan Langganan (SL) yang di lakukan oleh 3 eks pejabat di lingkungan Perumda Tirta Bhagasasi itu di ketahui oleh pejabat SPI pada saat itu, yang sekarang menjabat sebagai Plt Direktur Usaha.
Dugaan keterlibatan SPI dalam pusaran korupsi tersebut makin menguat dengan adanya temuan uang hasil Korupsi sebesar 4,5 Milyar setelah Kejari Kabuoaten Bekasi menangkap dan menahan tiga eks pejabat Perumda Tirta Bhagasasi.
Perlu di ketahui bahwa bagian SPI pada Perumda Tirta Bhagasasi itu adalah sebagai Penegak Hukum (Gakum) nya di perusahaan plt merah milik Pemda Kabupaten Bekasi.
Namun sayangnya, tidak akan berkembang satu perusahaan apabila bagian tersebut sebagai senjata perusahaan yang penyelesaiannya hanya di balik meja kantoran.(red/rls)






