BEKASI,radarberingin.net – Warga Kampung Bendungan, RT05 RW06, Desa Satriajaya, Kecamatan Tambun Utara sudah 2 kali tidak dapat melaksanakan sholat jum’at.
Pasalnya, masjid yang biasa digunakan untuk sholat sampai saat ini kondisinya masih tergenang air setinggi 20-25 centimeter akibat hujan lebat yang turun dalam beberapa minggu belakang ini.
Tidak hanya masjid saja yang tergenang air saat hujan turun, ada sebanyak 50 Kepala Keluarga (KK) yang permukimannya ikut tergenang air.
Usut punya usut menurut tokoh agama setempat, Ustadz Mukhtar mengatakan, penyebab banjir yang belum surut hingga saat ini disebabkan saluran air yang ada didekat masjid tersebut ditutup oleh pihak pengembang perumahan yang ada didekat masjid.
“Sebelum saluran airnya ditutup dan dibelokan, banjir cepet surut nggak separah seperti sekarang ini,” ucap Mukhtar saat ditemui, Jum’at(30/1/2026).
Dikatakanya, sebelumnya saluran air yang ditutup itu sempat dibongkar oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Satriajaya, N Jamaluddin. Namun ditutup kembali oleh pihak pengembang perumahan.
“Pernah dibuka sama sekdes, tapi ditutup lagi sama pihak pengembang,” katanya.

Untuk itu, dirinya mendesak Pemerintah Desa Satriajaya dan Pemerintah Kecamatan Tambun Utara meminta pihak pengembang perumahan agar segera membongkar kembali saluran air yang ditutup.
Terpisah, Kepala Desa Satriajaya, Asta Razan saat dihubungi radarberingin.net melalui telepon selularnya mengatakan, tidak ada saluran air diwilayah tersebut yang ditutup.
“Tadi saya sudah telpon RT dan warga setempat, sudah dicek bahwa saluran iair yang dibuat dari kita itu tidak ada yang ditutup,” kata Asta Razan.
Dijelaskannya, adapun banjir yang masih menggenangi dilingkungan setempat, karena kondisi perumahan yang ada didekat lingkungan itupun kondisinya juga masih banjir.
“Ya karena dilokasi perumahan itu juga masih banjir. Dijalanan dan disaluran airnya masih tergenang banjir. Tapi air mah jalan (mengalir.red) sih,” jelasnya.(red)






